Selamat Datang di Fajrinfo
Blog yang membahas seputar teknologi dan informasi
Terimakasih kunjungan Anda
Sempatkan diri untuk berbalas komentar!

Ponsel Android Kamu Terlalu Lama Dalam Pengisian Baterai? Lakukan Cara Berikut Ini!

Baterai merupakan salah satu komponen utama pada smartphone atau tablet Android. Sebab dalam pemakaiannya, ponsel Android tidak dapat terpisahkan dengan baterai sebagai sumber daya perangkat tersebut.

Benda yang satu ini harus terus memiliki daya agar smartphone Android tetap menyala dan dapat dipakai sehari-hari.

Disaat daya baterai lemah, maka harus cepat melakukan pengisian daya agar ponsel dapat terus menyala. Namun dalam realita sehari-hari terkadang sebagian pengguna ponsel ingin baterai yang sedang dalam pengisian tersebut segera terisi penuh agar ia dapat bebas menggunakan perangkat Android-nya kembali.

Lalu adakah cara untuk mempercepat pengisian daya pada baterai perangkat Android? Jawabannya adalah “banyak”. Kita dapat melakukan beberapa hal berikut ini agar pengisian baterai dapat berjalan dengan cepat.

Cara Mempercepat Pengisian Baterai Android


1. Mengaktifkan Mode Pesawat

Kiranya semua orang pasti sepakat, bahwa faktor yang mengakibatkan baterai lebih cepat terkuras salah satunya adalah pemakaian data seluler pada ponsel Android.

Oleh sebab itu, jika ponsel kamu sedang melakukan pengisian baterai, alangkah baiknya untuk mengaktifkan modus terbang. Karena jika modus terbang diaktifkan, maka secara otomatis sambungan data seluler pada ponsel menjadi nonaktif.

Namun kekurangan dengan cara ini adalah bukan hanya koneksi data internet saja yang nonaktif, tapi ponsel juga tidak akan bisa menggunakan fitur telepon dan SMS sampai mode pesawat ini dinonaktifkan kembali.

Baca juga: Ponsel Android Kamu Lelet? Coba Cara Ini Untuk Mengatasinya!

2. Menggunakan Charger Asli

Usahakanlah agar dalam melakukan pengisian baterai Android menggunakan aksesoris charger yang asli bawaan ponsel.

Karena charger asli merupakan satu kesatuan dengan perangkat Android yang sudah melalui proses penyesuaian agar satu sama lain memiliki standar ukuran daya yang serupa.



Janganlah mudah tergiur untuk membeli charger imitasi meskipun dari segi bentuk desain dan warna sangat menarik atau bahkan memiliki harga yang relatif sangat murah.

Dengan menggunakan charger asli proses pengisian baterai pada perangkat Android akan jauh lebih cepat dari pada menggunakan charger bajakan. Sebab charger bajakan belum tentu sesuai dengan perangkat Android kita dalam hal ukuran tegangan daya yang dibutuhkan oleh ponsel.

Maka jangan salahkan ponsel jika pengisian baterai sangat lama, karena penggunanya sendiri tidak menggunakan charger yang asli.

3. Melakukan Pengisian Daya Langsung Pada Sumber Listrik

Pengisian daya pada baterai akan lebih cepat terisi bilamana terhubung langsung pada sumber tegangan listrik, yaitu stop kontak.

Sebenarnya bukanlah larangan bagi kita untuk melakukan pengisian melalui berbagai macam media, seperti laptop, powerbank dan lain sebagainya selama media tersebut dapat memenuhi kebutuhan daya pada baterai Android.

Akan tetapi pengisian melalui media selain sumber tegangan listrik langsung besar kemungkinan akan agak lambat hingga mencapai batas penuh bagi daya baterai Android tersebut.

4. Menggunakan Ponsel Android Yang Memiliki Dukungan Fitur Pengisian Daya Cepat (Fast Charging)

Dewasa ini, telah banyak pabrikan ponsel cerdas Android yang menyematkan fitur pengisian daya cepat pada perangkat buatannya.

Fitur yang satu ini diklaim mampu melakukan pengisian lebih cepat dari biasanya hingga mencapai 80% dalam tempo waktu satu jam.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Tentang Sistem Operasi Android

Untuk mengetahui ponsel Android apa saja yang sudah dibekali fitur fast charging ini, kamu bisa mencari informasinya melalui berita online di internet atau tabloid gadget terbaru. Mungkin saja perangkat Android yang kamu miliki termasuk ke dalam kategori ponsel yang memiliki fitur canggih ini.

5. Meletakkan Ponsel Pada Tempat Yang Tidak Menyerap Panas

Selama proses pengisian baterai Android, hindarilah untuk meletakkan ponsel tersebut pada tempat yang panas atau dapat menyerap panas.

Sangat tidak dianjurkan bagi kamu yang melakukan pengisian baterai Android dengan meletakkannya di atas benda yang terbuat dari logam, bantal, kasur atau selimut yang tebal.

Sebaiknya ponsel di taruh di atas dipan atau meja kayu, bisa juga meletakkannya di atas buku yang sangat tebal.

6. Mengkalibrasi Baterai

Pemakaian ponsel Android dalam kurun waktu yang lama akan terjadi penurunan pada performa baterainya.

Penurunan performa tersebut biasanya tidak dapat memberikan akurasi daya yang masuk dan telah digunakan oleh perangkat Android. Hal seperti inilah yang berdampak pada berapa lama durasi pengisian baterai dilakukan hingga penuh.

Sebab bisa saja pengisian baterai yang kita lakukan sebetulnya belumlah mencapai 100% imbas dari penurunan kemampuan akurasi daya pada baterai ponsel tersebut.

Lakukanlah kalibrasi pada baterai ponsel Android yang kamu miliki rutin setiap satu bulan sekali agar baterai memiliki performa yang lebih baik dari sekarang.

7. Mematikan Ponsel Selama Pengisian Baterai

Apabila dengan cara mengaktifkan modus terbang pada ponsel Android mampu mempercepat proses pengisian daya baterai, maka dengan menonaktifkan ponsel atau tablet Android tentu akan memberikan hasil yang lebih baik dari pada itu.

Sebab ketika seseorang menonaktifkan ponsel saat melakukan pengisian daya baterai, diyakini akan meningkatkan kefokusan dalam pengisian daya, sehingga baterai akan jauh lebih cepat terisi dengan penuh.

8. Tidak Menggunakan Ponsel Ketika Pengisian Daya

Mulailai dari sekarang untuk menaruh dan membiarkan ponsel diletakkan pada tempatnya saat melakukan pengisian daya. Jika ingin mempercepat proses pengisian daya tersebut, buanglah kebiasaan memainkan ponsel sambil melakukan pengisian baterai.

Baca juga: Cara Hemat Baterai Yang Satu Ini Malah Bikin Android Menjadi Boros

Sebab dengan kamu menggunakan ponsel yang sedang dalam proses pengisian daya, maka akan memperlambat pengisian untuk mencapai batas daya penuh. Intinya jika kamu ingin cepat daya baterai Android tersebut cepat penuh, maka janganlah memainkannya saat melakukan pengisian baterai.

9. Menggunakan Charger Perangkat Tablet

Terkadang charger bawaan dari sebuah perangkat tablet memiliki kemampuan pengisian daya yang lebih kuat dan besar. Sehingga charger tablet tersebut dapat digunakan untuk melakukan pengisian daya pada perangkat smartphone Android.

Meskipun beberapa ponsel Android mampu menerima pengisian daya melalui charger tablet, namun Fajrinfo sangat tidak merekomendasikan hal tersebut untuk dilakukan setiap hari.

Lakukanlah sewaktu-waktu saja disaat darurat yang menuntut kita untuk mempercepat pengisian daya baterai karena ada keperluan dan lain sebagainya.

Demikianlah beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mempercepat pengisian baterai pada perangkat Android. Semoga artikel tentang metode pengisian baterai Android yang Fajrinfo bagikan ini dapat bermanfaat bagi kamu. Jangan lupa untuk membagikan tips dan trik ini ke teman-temanmu.

Cara Hemat Kuota Pada Windows 10 Menggunakan Wifi Tethering Android

Pernahkah kamu mengalami kehabisan kuota internet yang tidak wajar saat berselancar di internet menggunakan Windows 10 dengan koneksi Wifi Tethering Android? Sehingga setiap kali Windows 10 terkoneksi dengan Wifi Android, maka akan menghabiskan banyak kuota internet dan menjadi boros pulsa.

Apabila kamu termasuk orang yang mengalami hal tersebut, maka besar kemungkinan kamu bukanlah satu-satunya orang yang memiliki masalah dengan kuota internet ini. Sebab banyak juga pengguna Windows 10 lain mengeluhkan hal yang sama ketika berinternet pada Windows 10.

Pengguna komputer atau laptop masa kini tidak melulu tergantung pada perangkat modem untuk dapat mengakses internet. Sebab, seiring perkembangan teknologi saat ini ponsel pintar (dibaca: smartphone) berbasis Android dapat membantu mengkoneksikan komputer atau laptop ke internet melalui Wifi Tethering yang menjadi fitur bawaannya.

Sehingga wajar kiranya jika mengatakan bahwa ponsel Android seolah menjadi perangkat yang wajib dimiliki oleh setiap orang.

Baca juga : Cara Mengamankan Windows 10 Dari Serangan Malware

Dengan berbagai macam fitur yang tersemat di dalamnya, smartphone Android dapat memberi banyak kemudahan pada para penggunanya, tak terkecuali pula para pengguna komputer atau laptop Windows 10.

Windows 10 dibuat dengan menyesuaikan perkembangan zaman. Tampilan yang modern serta kemampuan dan fitur yang tertanam di dalamnya sangat berbeda dengan sistem operasi Windows pendahulunya.

Namun demikian, karena sebagian besar fitur yang terdapat dalam Windows 10 ini banyak yang membutuhkan koneksi internet, maka tidak jarang pengguna yang mengeluhkan kuota internet yang dimilikinya cepat habis meskipun tidak melakukan download atau pun streaming.

Bagi pengguna yang menggunakan koneksi data unlimited indihome, biznet atau layanan serupa lainnya mungkin tidak jadi masalah. Tapi lain cerita bagi para pengguna koneksi internet dengan batas kuota tertentu, apalagi tarif kuota internet di Indonesia masih tergolong mahal bagi konsumen.

Cara Agar Ketika Windows 10 Terkoneksi Wifi Tethering Android Tidak Boros


Lalu bagaimana caranya agar Windows 10 hemat kuota ketika terhubung ke internet melalui Wifi Tethering ponsel Android?



Berikut ini Fajrinfo akan memberikan cara yang dapat membantu penghematan terhadap kuota internet ponsel Android yang kamu miliki ketika digunakan untuk Wifi Hotspot.

Cara ini merupakan metode yang belum banyak diketahui oleh pengguna Windows 10, yaitu mengaktifkan fitur ‘Metered Connection’ pada jaringan Wifi yang sedang digunakan.

Metered Connection merupakan fitur yang Microsoft sematkan pada Windows 8 dan Windows 10 dengan tujuan agar koneksi internet digunakan hanya untuk akses utama dan memutuskan atau tidak menghubungkan sama sekali akses bagi aplikasi, windows update, tampilan tile menu dan aplikasi pada start menu modern, serta aplikasi bawaan lain dari Windows 10 yang berjalan secara otomatis pada latar belakang sistem.

Oleh sebab itu, jika fitur Metered Connection ini dihidupkan, maka koneksi internet akan terfokus pada akses yang sedang kita gunakan saja. Misal apabila kita sedang browsing mencari referensi makalah pada suatu browser, maka koneksi internet tidak akan digunakan untuk update aplikasi atau pun update sistem windows dan hanya pada koneksi browser yang digunakan saja.

Dengan begitu, kuota internet yang kamu gunakan tidak akan cepat habis disebabkan oleh sistem, kecuali jika kamu melakukan downloading atau streaming dalam jangka waktu yang cukup lama.

Cara Menghidupkan Fitur Metered Connection Agar Windows 10 Hemat Kuota Internet


1. Cara Pertama

> Klik tanda Wifi pada taskbar sebelah ikon baterai atau ikon lainnya.

> Lalu klik Properties pada koneksi Wifi yang digunakan.



> Setelah itu maka akan dialihkan ke menu Setting Wifi yang terhubung dengan perangkat Windows 10 kamu.

> Kemudian hidupkan tombol yang ada di bawah Set as metered connection dari yang tadinya Off menjadi On.

2. Cara Kedua

> Klik Settings pada Start Menu Windows atau dapat juga dengan menekan kombinasi tombol Windows + I.

> Pada pilihan menu Windows Settings, klik pilihan Network & Internet.



> Kemudian pilih tab menu Wi-Fi lalu klik jaringan Wifi yang sedang kamu gunakan.

Baca juga : Fitur Yang Wajib Dimatikan Pada Windows 10 Agar Hemat Kuota Dan Aman

> Skrol / Gulung ke bawah lalu hidupkan tombol yang ada di bawah Set as metered connection dari yang tadinya Off menjadi On.



Demikian tutorial yang dapat Fajrinfo berikan tentang cara menghemat kuota pada Windows 10 dalam jaringan Wifi Android ini. Semoga setelah penerapan metode di atas kuota internet yang kamu miliki tidak cepat habis tanpa diketahui. Apakah sobat memiliki metode lain dalam menghemat kuota internet pada Windows 10?

Sebelum Menjual Ponsel Android, Ini Yang Harus Kamu Lakukan!

Hai sobat Fajrinfo, apakah kamu baru saja membeli ponsel baru dan sekarang ponsel lamanya ingin dijual? Jika benar demikian, ada baiknya sebelum menjual ponsel Android, kamu harus membaca artikel ini agar keamanan pribadi kamu tetap terjaga dengan baik.

Menjual ponsel Android sepertinya sangatlah mudah, cukup dengan mepromosikannya di lapak-lapak jual beli online terus tinggal tunggu pembeli, sudah beres.

Padahal ada beberapa poin yang harus kamu persiapkan agar terhindar dari problematika yang biasanya terjadi setelah menjual ponsel Android di kemudian hari.

Oleh sebab itu, sebelum menjual ponsel lama kamu, lakukan langkah demi langkah agar selain cepat terjual, privasi kamu juga tetap aman.

8 Langkah Yang Perlu Dilakukan Sebelum Menjual Ponsel Android


Berikut ini adalah delapan langkah mudah yang perlu diperhatikan sebelum menjual ponsel Android lama kamu.

1. Melepas Kartu SIM

Pada poin ini merupakan langkah yang benar-benar kamu utamakan sebelum melempar ponsel Android kamu ke pembeli. Karena jika sampai kartu SIM yang kamu miliki tidak sempat kamu lepas dan lalu ponsel Android kamu sudah berpindah tangan, maka resikonya akan sangat besar.

Apalagi jika kartu SIM tersebut terkait dengan identitas pribadi kamu. Mending jika sang pembeli ponsel tersebut adalah orang dekat atau masih kerabat, tapi jika pembelinya orang jauh yang tidak kita kenal sama sekali jangan harap identitas kamu akan aman darinya.

Baca juga: Inilah Lima Alasan Smartphone Buataan China Harganya Murah

Maka dari itu, jangan sepelekan poin ini sebelum menjual ponsel Android lama kamu itu. Dan Fajrinfo yakin kamu sudah tahu cara melepas kartu SIM dari ponsel Android milikmu, sehingga tidak perlu kita bahas lagi pada artikel ini.



2. Membackup Data Ponsel

Backup adalah metode menyalin dan menyimpan untuk mengamankan data atau berkas dari suatu perangkat ke perangkat lainnya.

Metode ini perlu diterapkan juga bagi kamu yang ingin menjual ponsel Android yang telah lama kamu gunakan sehari-hari.

Karena bukan mustahil ponsel lama kamu itu telah disesaki oleh berbagai macam file, seperti foto, musik, video serta dokumen penting lainnya.

Untuk berkas yang berupa dokumen penting dan sebagainya harus menjadi prioritas untuk diamankan agar tidak hilang.

Setelah itu data berukuran kecil seperti halnya kontak, dapat kamu backup melalui layanan sinkronisasi akun Google. Caranya adalah pada pengaturan Akun Google, pastikan pilihan “Sync” untuk sinkronisasi secara otomatis telah diaktifkan. Dan jangan lupa untuk menentukan item apa saja yang ingin kamu sinkronisasikan, misalnya kontak, kalender, gambar dan lainnya.

Jika telah disinkronisasikan, maka dengan mudah kita dapat memindahkan data tersebut ke perangkat lain dengan hanya melakukan sinkronisasi pada Akun Google pada perangkat baru kita tersebut.

Berkas yang memiliki ukuran besar sebaiknya disalin ke media penyimpanan lain, seperti flashdisk atau kartu MicroSD kemudian dipindahkan ke perangkat komputer.

Atau lebih praktisnya, kamu dapat memindahkannya langsung dari ponsel ke komputer melalui koneksi kabel data USB. Pilihan lainnya adalah dengan cara menyimpan file berukuran besar tersebut di penyimpanan Cloud, seperti Google Drive.

3. Mengeluarkan Kartu Memori

Setelah melepas kartu SIM dan membackup semua berkas yang ada, jangan lupa untuk mengeluarkan memori eksternal MicroSD agar tidak terbawa dengan ponsel.

Namun jika dalam paket penjualan yang ditawarkan kepada calon pembeli adalah ponsel yang disertai dengan memori eksternal MicroSD, maka yang perlu kamu lakukan adalah memformat MicroSD tersebut agar semua berkas milik kita terhapus secara keseluruhan.

Akan tetapi berhati-hatilah, karena meskipun MicroSD telah kamu format dan semua data telah terhapus, bisa saja dilakukan pemulihan (recovery) pada MicroSD tersebut sehingga berkas-berkas milik kita yang telah terhapus dapat kembali lagi.

Oleh sebab itu, Fajrinfo mengingatkan agar kamu mempertimbangkannya dengan lebih matang jika ingin menyertakan MicroSD dalam paket penjualan ponsel Android lama ini.

4. Menghapus Data Ponsel

Poin ini adalah bagian paling urgen yang harus dilakukan sebelum menjual ponsel Android lama yang kamu miliki.

Lakukan penghapusan data ponsel secara keseluruhan dengan cara mengembalikannya ke pengaturan pabrik. Caranya adalah dengan “Factory Reset”, biasanya ada pada pengaturan ponsel lalu menu Backup & reset.

Masukkan PIN atau metode pengaman lainnya jika ponsel yang kamu gunakan tersebut terbiasa diamankan dengan kode PIN, Password, Kunci Pola dan lain sebagainya.

Setelah itu ponsel Android lama kamu itu akan melakukan reboot yang sedikit agak lama. Ingat, proses Factory Reset ini akan menghapus beberapa informasi yang ada pada ponsel, diantaranya adalah:

- Akun Google dan semua yang terkait dengan akun tersebut.

- Akun-akun lain (BBM, Whatsapp, Facebook, Twitter, dll.)

- Aplikasi yang terpasang hasil dari download (bukan aplikasi bawaan vendor ponsel)

- Data konfigurasi dan personalisasi ponsel serta aplikasi

- Berkas dan file lainnya (foto, video, musik atau dokumen yang disimpan di dalam memori internal ponsel)

5. Mengenkripsi Data Sebelum Melakukan Factory Reset

Sebenarnya data yang dihapus dengan cara Factory Reset masih dapat dipulihkan lagi melalui teknik digital forensik. Oleh sebab itu, data yang sudah terhapus itu masih dapat diambil oleh orang lain.

Jika hal seperti itu tidak ingin terjadi pada kamu di kemudian hari, maka lakukanlah langkah sederhana ini dengan mengaktifkan enkripsi ponsel sebelum melakukan Factory Reset.

Cara mengenkripsi ponsel dapat kamu lakukan pada menu pengaturan > keamanan > enkripsi ponsel. Pada proses enkripsi ini akan memakan waktu lama dan biasanya akan ada peringatan yang mengharuskan ponsel terhubung dengan charger.

Jika proses enkripsi selesai, lalu lakukan proses Factory Reset. Dengan begitu, meskipun berkas yang ada pada ponsel Android masih dapat dipulihkan setelah terhapus, namun berkas tersebut tidak akan bisa dibuka olehnya karena terenkripsi.

6. Membersihkan Ponsel

Setelah data dan perangkat lunak “bersih” dari dalam ponsel, kini saatnya membersihkan ponsel secara fisik.

Walaupun fisik ponsel sudah terdapat banyak goresan atau tanda lain sebab pemakaian, namun ponsel yang terlihat bersih dari kotoran tetaplah akan terlihat lebih menarik di mata para calon pembeli.

Cara yang paling mudah dan efektif dalam membersihkan ponsel adalah dengan menggunakan kain microfiber yang dapat kita peroleh dari toko-toko gadget, kamera digital atau pun toko optik.

Gunakanlah air sedikit saja sekaedar untuk melembabkan kain microfiber tersebut ketika membersihkan bagian yang cukup sulit dihilangkan. Cotton bud juga dapat digunakan untuk menjangkau sudut ponsel yang sulit dijangkau oleh kain microfiber.

Baca juga: Cara Root Android Semua Merek Dan Model Smartphone Juga Tablet

Hati-hatilah, jangan gunakan cairan alkohol atau cairan berbahan kimia keras yang biasa digunakan untuk membersihkan kaca.

7. Mengemas Ponsel Dan Aksesoris

Ketika kamu memiliki ponsel baru, sebaiknya simpanlah kemasan serta dokumen pelengkap ponsel pada tempat yang baik dan mudah diingat. Karena hal seperti ini akan terasa oleh kita disaat ingin menjual ponsel tersebut.

Sebab semakin banyak dan lengkap dokumen dan aksesoris bawaan yang ada dalam kemasan, misalnya buku garansi, buku manual, charger, earphone bahkan earbud cadangan, maka semakin baik pula ponsel dilihat oleh para calon pembeli.

8. Memotret Dengan Hasil Yang Menarik

Sembari mempersiapkan ponsel dan perlengkapan lainnya untuk dikemas, buatlah gambar atau foto ponsel Android lama kita dengan tampilan yang terbaik.

Karena, setiap barang apapun yang hendak dipasarkan melalui lapak online, misal forum jual beli, media sosial atau bahkan e-commerce akan mengandalkan gambar sebagai acuan utama dalam mendeskripsikan bentuk dan warna barang tersebut.

Cara paling mudah agar mendapatkan gambar terbaik adalah dengan memperhatikan pencahayaan. Hendaknya lakukan pemotretan di dekat sinar matahari tidak langsung, misalnya dengan meletakkan ponsel di dekat jendela rumah.

Demikianlah pembahasan kita mengenai langkah yang perlu dilakukan sebelum menjual ponsel Android lama yang kita miliki. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan kamu sukses dalam menjual ponsel dengan harga yang sesuai dengan harapan.

Cara Menggunakan Fitur Night Mode (Modus Malam) Pada Google Chrome

Bagi kamu yang sering beraktifitas online pada malam hari tentu sangat dianjurkan untuk menggunakan fitur modus malam pada browser yang digunakan, termasuk Google Chrome. Tahukah kamu bahwa pada peramban buatan Google ini dapat menerapkan tampilan Night Mode?

Night Mode adalah salah satu fitur yang berfungsi untuk meminimalisir pancaran sinar layar monitor sehingga tidak membuat mata menjadi cepat lelah. Jika modus malam ini diaktifkan, maka layar akan meredup karena mengurangi sinar biru pada layar monitor.

Nah bagi yang sering beraktivitas di malam hari berinternet ria menggunakan Google Chrome, kamu bisa memanfaatkan fitur Night Mode ini. Apalagi jika kamu termasuk seorang blogger, maka sudah tentu aktivitas pada malam hari akan banyak dilakukan di depan layar monitor.

Baca juga: Inilah 7 Ekstensi Google Chrome Yang Wajib Dipasang Seorang Blogger

Setelah Night Mode diaktifkan, mata akan merasa lebih rileks bila menatap layar monitor. Oleh sebab itu, dengan mengaktifkan modus malam pada Google Chrome ini akan sangat membantu kita sampai berapa lama pun mata memandang layar monitor dalam beraktivitas di internet.

Cara Menggunakan Fitur Night Mode Pada Google Chrome


Berikut ini adalah cara mengaktifkan fitur Night Mode (Modus Malam) pada Google Chrome

1. Klik ikon titik tiga di sudut kanan atas pada Google Chrome Desktop.

2. Pilih Fitur lainnya, lalu klik ekstensi. Setelah itu akan muncul halaman ekstensi yang terpasang pada Google Chrome kamu.



3. Pada halaman ekstensi, gulir ke bawah lalu klik pilihan Dapatkan ekstensi lainnya. Biasanya terletak di bagian sudut kiri bawah.

4. Kemudian masukkan kata ‘Night Mode Pro’ pada kolom pencarian lalu tekan enter pada keyboard untuk mencari.

5. Pada hasil pencarian, pilih ekstensi Night Mode Pro lalu klik TAMBAHKAN KE CHROME yang ada di sudut kanan atas kolom pilihan ekstensi.



6. Kemudian setelah itu akan tampil konfirmasi pop up yang menanyakan apakah kamu akan menambahkan ekstensi Night Mode Pro ini pada Chrome.

7. Lalu klik Tambahkan ekstensi pada pop up tersebut. Maka secara otomatis ekstensi Night Mode Pro ini akan terpasang dan muncul di menu bar bagian kanan atas Google Chrome.



Dengan Night Mode Pro ini kamu dapat mengatur kecerahan pada tampilan Chrome yang kamu gunakan. Silahkan atur sampai mata kamu merasa nyaman menatapnya.

Baca juga: Fitur Mantap Google Chrome Android Yang Jarang Digunakan

Selain ekstensi Night Mode Pro, ada juga ekstensi lain dengan fungsi serupa yang dapat kamu temukan pada menu pencarian ekstensi. Langkah untuk mendapatkannya sama dengan langkah yang telah Fajrinfo jelaskan untuk mendapatkan ekstensi Night Mode Pro.

Jika di suatu hari kamu merasa bosan atau menganggap ekstensi untuk mengubah tampilan modus malam pada Chrome ini tidak berguna lagi, maka kamu dapat menonaktifkannya dengan sangat mudah dengan cara klik kanan pada ikon ekstensi yang ada di atas Chrome bar atau bisa juga langsung pada halaman pengelolaan ekstensi untuk mengaturnya.

Cara Mudah Kalibrasi Baterai Android Agar Selalu Tetap Sehat

Kini ponsel sudah menjadi perangkat yang sangat dekat dengan manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, alat elektronik ini selalu menemani baik dalam hal pekerjaan, hiburan atau pun aktivitas lainnya.

Peran ponsel dalam membantu aktivitas manusia bukan saja digunakan untuk alat komunikasi. Namun terdapat banyak fungsi lain yang disematkan di dalamnya.

Apalagi kini ponsel cerdas (smartphone) Android sangat mudah diperoleh dengan berbagai macam fitur yang ditawarkan. Hal tersebut akan semakin mempermudah manusia dalam menunjang kegiatannya sehari-hari.

Peran penting ponsel di tengah kehidupan manusia tersebut tidak terlepas pula dengan ketergantungan ponsel terhadap sumber energi yang dimilikinya.

Karena semakin banyak fitur dan aplikasi yang tersemat di dalamnya, akan semakin besar pula kebutuhannya terhadap daya baterai sebagai sumber energi yang ada pada ponsel.

Maka tidak heran jika sekarang ini banyak sekali vendor ponsel Android yang menonjolkan kapasitas daya baterai dan ketahanannya sebagai salah satu fitur unggulan.

Oleh sebab itu, secanggih apapun ponsel Android jika tidak ditunjang dengan kapasitas baterai yang mumpuni jadi terasa kurang komplit. Apalagi semakin lama digunakan baterai akan semakin cepat mengalami kerusakan.

Kerusakan ringan yang biasa terjadi adalah indikator yang menunjukkan prosentase daya pada baterai tidak akurat dan kacau.

Meskipun setelah pengisian daya indikator baterai menunjukkan telah penuh, kemudian baru digunakan beberapa saat daya baterai tersebut sudah berkurang sangat cepat padahal hanya untuk pemakaian ringan.

Baca juga: Mengatasi Kinerja Smartphone Lawas Agar Tetap Prima

Jika baterai pada ponsel Android yang kamu miliki sudah mengalami hal seperti itu, maka perlu dilakukan kalibrasi agar baterai dapat kembali normal dan tetap sehat.



Cara Kalibrasi Baterai Ponsel Android


Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan dalam melakukan kalibrasi ponsel Android.

1. Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah melakukan pengisian daya pada baterai hingga penuh dan ponsel dalam kondisi menyala.

2. Jika baterai sudah penuh, lalu nonaktifkan ponsel Android tersebut.

3. Dalam kondisi ponsel mati, lakukan pengisian daya baterai lagi sampai menunjukkan 100% penuh. Jika perangkat Androidnya terdapat indikator LED, maka lampu tersebut akan berwarna Hijau jika telah penuh.

4. Apabila ponsel dalam kondisi nonaktif sudah benar-benar penuh, maka hidupkan kembali ponsel Android tersebut.

5. Setelah itu, gunakanlah ponsel Android tersebut dengan berbagai macam aktivitas, misalnya browsing, chatting, bermain game dan lainnya sampai daya baterai benar-benar habis dan ponsel Android mati sendiri karena kehabisan daya.

Ingat, pada langkah ini jangan melakukan pengisian daya sedikit pun!

6. Setelah ponsel Android tersebut mati sendiri karena daya baterai kosong, lalu diamkanlah selama beberapa menit (10 sampai 20 menit).

7. Jika dirasa sudah sesuai dengan tengat waktu tersebut, kemudian lakukanlah pengisian daya ponsel dalam kondisi nonaktif hingga 100% penuh dan jangan dinyalakan terlebih dahulu.

8. Setelah indikator baterai menunjukkan daya 100% penuh, lalu hidupkan kembali ponsel Android tersebut.

Nah langkah di atas merupakan tahap terakhir dan telah selesai. Selamat baterai ponsel Android yang kamu miliki telah berhasil dikalibrasi.

Baca juga: Bagaimanakah Cara Memilih Smartphone Android Yang Ideal?

Metode kalibrasi yang Fajrinfo berikan ini termasuk yang paling mudah dilakukan tanpa memerlukan aplikasi penujang lain atau bahkan status rooted pada ponsel.

Namun begitu, dalam langkah-langkahnya diperlukan kesabaran dan pastikan kamu memiliki waktu luang untuk melakukannya.

Ada yang berpendapat bahwa untuk memperoleh hasil kalibrasi yang lebih maksimal, kamu dapat melakukan dua atau tiga kali lagi langkah-langkah kalibrasi di atas.

Sangat direkomendasikan untuk melakukan kalibrasi baterai ponsel Android secara berkala, setidaknya tiga bulan sekali. Akan tetapi jangan terlalu sering melakukannya, karena setiap sesuatu yang berlebihan pasti akan timbul suatu masalah, kecuali berlebihan dalam ibadah. (udah kaya ustadz aja ngomongnya. Haha_)

Baiklah itu saja yang dapat Fajrinfo sampaikan dalam artikel tentang cara mudah untuk kalibrasi baterai ponsel Android agar tetap sehat ini. Semoga dapat bermanfaat dan berhasil.

Benarkah Kanker Bisa Juga Disebabkan Oleh Radiasi Ponsel?

Hai sobat Fajrinfo, sebelum masuk pada pembahasan, bagaimana menurut kamu tentang ungkapan yang mengatakan bahwa radiasi pada ponsel akan menyebabkan gangguan kesehatan seperti misalnya kanker?

Mungkin kamu sudah sering mendengar bahwa ponsel yang kita gunakan memancarkan radiasi yang sangat berbahaya. Karena banyak dikatakan jika terkena radiasi tersebut akan menyebabkan kanker hingga kemandulan.

Kekhawatiran ini sangat beralasan dan tidak bisa dibendung lagi, mengingat masyarakat umum sudah kadung terdoktrin oleh pernyataan tersebut. Apalagi tidak jarang ponsel yang kita miliki selalu disimpan pada tempat yang berdekatan dengan anggota tubuh yang sensitif.

Baca juga: Bagaimanakah Cara Memilih Smartphone Yang Ideal?

Padahal, bentuk kekhawatiran itu semua merupakan hal yang timbul karena kita belum memahami cara kerja dari radiasi itu sendiri secara utuh. Penjelasan mudah mengenai tidak berbahayanya radiasi ponsel ini sangat sederhana.

Pancaran radiasi yang dihasilkan oleh sebuah ponsel pastinya tidak seperti radiasi pabrik nuklir yang selalu memancarkan radiasi secara masif.

Radiasi yang dihasilkan oleh sebuah pabrik nuklir biasa dikenal sebagai proses ionisasi yang pancarannya dapat merusak DNA dalam tubuh manusia. Hal inilah yang dapat dipastikan akan menimbulkan kanker.

Sedangkan radiasi dari sebuah ponsel, energi yang dipancarkannya jauh lebih rendah dari pancaran radiasi pabrik nuklir, bahkan lebih rendah lagi dari cahaya yang tampak. Dan perlu kamu ketahui bahwa radiasi ponsel tidak mengandung ion.



Bila berlandaskan pada hal ini, pasti ponsel pintar bukanlah termasuk sumber penyakit kanker.

Akan tetapi, jika redaksi kalimat tanyanya diubah misal menjadi apakah benar terdapat dampak buruk dari radiasi ponsel dalam jangka panjang?

Banyak para ilmuwan yang belum bisa mengkonfirmasi tentang hal itu.

Dilansir dari The Verge, ada seorang ilmuwan sekaligus seorang dekan di Colorado School of Public Health, ia pernah menjadi pemimpin pada salah satu proyek WHO dalam penelitian mengenai dampak buruk pada radiasi ponsel.

Ia adalah Jonathan Samet. Ia menyatakan bahwa radiasi ponsel “bisa jadi memiliki sifat karsinogenik,” hingga akhirnya pernyataan tersebut menjadi kesimpulan dari proyek WHO tersebut.

Karena ia sendiri masih beranggapan bahwa masih ada indikasi lain yang beresiko pada kesehatan manusia yang disebabkan oleh pancaran radiasi ponsel.

Jadi untuk sementara ini walaupun masih belum ada kepastian dari para ahli, pancaran radiasi dari ponsel masih dianggap aman.

Baca juga: Tips Agar Terhindar Dari Bahaya Pancaran Sinar Blue Light

Selain radiasi ponsel, sebenarnya sinyal yang dipancarkan oleh BTS provider telekomunikasi, sinyal WiFi, serta frekuensi radio dari berbagai alat komunikasi lainnya yang memancarkan radiasi patut diwaspadai pula jika radiasi ponsel memang berbahaya.

Akan tetapi para ilmuwan tidak memposisikannya sebagai sesuatu yang lebih berbahaya dari merokok atau pun memakan daging Babi.

Demikianlah pembahasan yang dapat Fajrinfo bagikan tentang radiasi ponsel terhadap gangguan kesehatan yaitu kanker. Intinya, segala hal apapun yang kita kerjakan sebaiknya dilakukan sewajarnya saja, termasuk dalam penggunaan ponsel dalam kehidupan sehari-hari.

© 2015 - 2018 Fajrinfo - Created Theme by Goomsite - Proudly powered by Blogger