Apa Perbedaan Antara Quick Format Dan Full Format? Apa Perbedaan Antara Quick Format Dan Full Format? - Fajrinfo
Ketika mengklik kanan pada sebuah drive, kamu akan melihat opsi yang bernama Format. Ketika memilihnya, jendela yang mucul memungkinkan kamu untuk memformat drive. Standarnya adalah Full Format. Sebenarnya pilihan untuk memilih Quick Format juga tersedia. Dalam posting Fajrinfo kali ini akan mencoba dan menjelaskan perbedaan antara Quick Format dan Full Format secara singkat.

Apa Perbedaan Antara Quick Format Dan Full Format?

Quick Format Dan Full Format


Quick Format akan membangun kembali File system, Volume label, dan Allocation unit size.

Full Format akan menghapus file secara keseluruhan, membangun kembali file sistem, label volume, ukuran cluster & memindai partisi untuk bad sector. Sejak Windows Vista, full format menulis nol ke semua sektor data.

By default in Windows Vista and later versions, the format command writes zeros to the whole disk when a full format is performed, says Microsoft.

Perangkat penyimpanan seperti HDD dan SSD harus memiliki track dan sector, sehingga data dapat ditulis pada perangkat tersebut. Alamat berbagai set data disimpan dalam file allocation table. Jika kamu membuat file baru, perangkat tersebut akan menyimpannya di berbagai sector dan menulis alamatnya di file allocation table. Sistem operasi memerlukan akses ke file allocation table seperti itu jika berfungsi (baca data dan tulis data / read & write).

Ketika menerapkan Quick Format sebuah penyimpanan, itu hanya akan menghapus file allocation table dan membuat yang kosong baru. Jadi, alamat semua data pada drive telah dihapus. Data pada disk akan tetap ada selama komputer tidak menulis ulang data lain ke sectornya.

Begitulah. Quick Format berarti menghapus dan membuat file allocation table baru, sehingga drive penyimpanan dapat digunakan kembali. Hal itu memang memberi udara segar, tapi data lama tetap sampai ditulis ulang. Jika belum ditulis, orang dapat mengetahui apa yang telah tersimpan disana, dengan memanfaatkan salah satu software Data Recovery Tools.

Seperti metode Quick Format, metode Full Format juga akan menghapus dan membuat file allocation table baru. Sebelum melakukan hal itu, perangkat akan memeriksa semua sector untuk melihat apakah ada sector yang buruk (bad). Jika ditemukan, maka perangkat akan mencatat alamatnya sehingga data tidak disimpan di sector yang buruk itu.

Apa Itu Low-Level Formatting?


Orang sering keliru pada Low-Level Formatting dengan metode quick format. Quick Format dimaksudkan untuk membangun file allocation table baru. Tidak ada apa-apa lagi. Sedangkan Low-Level Formatting dilakukan oleh produsen sebelum mengirim perangkat penyimpanan baru. Low-Level Formatting menciptakan track dan sector yang nantinya digunakan oleh Quick Format dan Full Format.

Catatan:
Istilah File Allocation Table yang saya gunakan dalam posting ini tidak sama dengan sistem FAT dan FAT32. Saya menggunakannya sebagai frasa umum sehingga pengguna awam pun bisa mengerti. Windows 10, Windows 8.1, Windows 8 dan Windows 7 menggunakan format NTFS untuk menyimpan informasi file.

Baca juga: Cara Mudah Menghapus Konten Video Dari Channel YouTube Kamu

Tips:
Jika perlu menghapus penyimpanan drive, gunakan software pihak ketiga untuk menghapus perangkat penyimpanan. Ada banyak sekali software sejenis itu di Internet. Beberapa diantaranya juga gratis. Dengan begitu kamu akan lebih aman saat menghapus data.

Demikian pembahasan yang dapat kami jelaskan tentang perbedaan antara Quick Format dan Full Format. Semoga bermanfaat dan dapat dipahami dengan mudah. Bagi kamu yang memiliki penjelasan singkat dari sudut pandang yang lain tentang perbedaan Quick Format dan Full Format, silahkan berbagi informasi dan pengetahuan melalui kolom komentar di bawah.

Tulis komentar

Berkomentarlah yang relevan dengan bahasa yang baik dan santun, serta tidak menebar link aktif atau spam.
Komentar Anda dimoderasi. Jika sesuai dengan ketentuan, maka akan segera kami publikasikan.

Lebih baru Lebih lama