Orang Dewasa Memerlukan Vaksin! Bagaimana Bisa?

Pemberian vaksin kepada orang yang sudah dewasa sama pentingnya sebagaimana biasa dilakukan kepada anak-anak. Vaksinasi bagi orang dewasa bertujuan agar dapat mencegah penularan penyakit. Akan tetapi masih banyak orang yang belum menyadari tentang pentingnya melakukan vaksinasi.

Menurut Center for Disease Control dan Prevention, vaksin adalah zat atau senyawa yang mengandung bakteri maupun virus penyebab penyakit yang telah dilemahkan atau bahkan dimatikan. Vaksin tidak saja penting untuk anak-anak, namun penting juga bagi orang dewasa. Dan meskipun belum menjadi program wajib seperti halnya memberi vaksin kepada anak, sejatinya orang dewasa juga perlu melakukan vaksinasi.

Orang Dewasa Memerlukan Vaksin! Bagaimana Bisa?

Mengapa Orang Dewasa Butuh Vaksin?


Pemberian vaksin wajib di masa kecil belum dapat menjamin memberi kekebalan tubuh seumur hidup. Meskipun vaksinisasi lengkap diberikan ketika seseorang masih kecil, namun resiko terkena penyakit masih tetap ada. Itulah sebabnya pemberian vaksin kepada orang dewasa sangat diperlukan. Selain itu, gaya hidup sehat seperti diet dan rajin olahraga juga sama pentingnya untuk dilakukan.

Vaksinasi Yang Diperlukan Orang Dewasa


Di Indonesia, setidaknya terdapat lima jenis vaksin yang wajib diberikan kepada anak di usia 0-1 tahun, yakni Hepatitis B, BCG, Polio, MMR, dan DPT. Dan biasanya ada juga vaksin tambahan yang diberikan pada usia tersebut, yaitu vaksin Hib (Haemofillus influenza tipe B). Vaksin ini berguna agar dapat mencegah radang selaput otak atau meningitis, dan pneumonia. Namun sayangnya, hingga kini vaksin Hib masih tergolong cukup mahal, sehingga tidak semua anak bisa memperolehnya.

Bagi Anda yang belum mendapatkan lima vaksin wajib tersebut ketika masih kecil, maka sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk menerima suntikan vaksin tersebut. Berikut ini adalah beberapa vaksin yang dibutuhkan oleh orang dewasa:

Vaksin Influenza


Meskipun influenza masih merupakan jenis penyakit yang ringan, namun penyakit yang satu ini dapat menimbulkan komplikasi hingga kematian.

Orang yang menderita gangguan kesehatan, seperti asma, ginjal, sakit jantung, diabetes, hati, dengan menerima suntikan vaksin dapat meminimalisir resiko terserang penyakit flu serta komplikasinya.

Vaksin Pneumokokus


Penyakit yang disebabkan oleh pneumokokus (infeksi paru-paru) telah menyumbang ribuan kasus kematian di dunia. Vaksin pneumokokus bertujuan agar dapat mencegah penyakit yang diakibatkan oleh bakteri Streptococcus Pneumoniae.

Vaksin ini dapat mencegah Anda terkena penyakit seperti meningitis, pneumonia (radang paru), serta keracunan darah. Setidaknya terdapat dua jenis vaksin pneumokokus, yakni PCV dan PPSV. Vaksin ini dapat dibedakan sesuai dengan dosis dan usia yang direkomendasikan untuk disuntikkan.

Vaksin Hepatitis B


Vaksin Hepatitis B sangat dianjurkan untuk diberikan kepada semua orang dewasa tanpa terkecuali, dengan terlebih dahulu memeriksakan kadar HBsAg (Hepatitis surface Antigen) dalam darah. Pemeriksaan kadar HBsAg dilakukan guna mengetahui ada dan tidak adanya virus hepatitis B dalam tubuh seseorang.

Pemberian vaksin Hepatitis B sangat dianjurkan bagi setiap tenaga medis, penderita gangguan imunitas, pecandu narkoba, dan pasien dengan gejala gangguan ginjal dan hati.

Vaksin Varicella


Vaksin Varicella mampu mencegah seseorang terkena penyakit cacar air yang diakibatkan oleh Varicella Zoster. Setidaknya 90 persen orang yang memperoleh vaksin varicella tidak akan terserang penyakit cacar. Sedangkan bagi yang tetap terkena penyakit cacar, biasanya penyakit tersebut akan lebih ringan dan dapat sembuh lebih cepat.

Vaksin Varicella ini sebaiknya didapatkan oleh semua anak berusia di bawah 13 tahun yang masih belum pernah terserang cacar. Vaksin ini juga dapat diberikan kepada orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin dan belum pernah menderita penyakit cacar.

Vaksin HPV (Human Papilloma Virus)


Vaksin HPV mampu mencegah seseorang dari terserang penyakit yang diakibatkan oleh human papillomavirus, yaitu virus penyebab kanker serviks pada wanita dan penyakit kutil kelamin pada pria dan wanita.

Meskipun vaksin HPV ini biasanya didapatkan oleh anak-anak atau remaja, namun bagi Anda yang sudah cukup dewasa tidak masalah jika ingin melakukan vaksinasi jenis ini dengan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kepada dokter.

Selain lima vaksin yang telah dijelaskan di atas, terdapat vaksin Tifoid, Hepatitis A dan Vaksin Shingles yang Anda butuhkan. Untuk Vaksin Shingles hanya dapat diberikan kepada orang lanjut usia di atas 60 tahun. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah penyakit cacar api atau cacar ular atau herpes zoster.

Sobat Fajrinfo, jangan lupa untuk melakukan vaksinasi meskipun kini sudah dewasa. Dan jangan ragu untuk berkunjung ke rumah sakit terdekat atau Anda dapat berkonsultasi mengenai vaksin dewasa yang harus Anda dapatkan melalui layanan aplikasi Halodoc.

Halodoc merupakan platform perawatan kesehatan digital paling luar biasa di Indonesia. Dengan aplikasi Halodoc, Anda dapat dengan mudah berkonsultasi mengenai vaksin yang diperlukan bagi orang dewasa serta dapat pula langsung chat dengan dokter, membeli obat, cek lab serta kunjungan rumah sakit.

Kenali resiko-resiko penyakit yang dapat menyerang Anda dengan mengunduh aplikasi Halodoc melalui Play Store (Android), App Store (iOS) atau mengunjungi halaman resminya di https://www.halodoc.com agar dapat berkonsultasi untuk melakukan tindakan pencegahan. Melalui vaksinasi, tubuh akan terlindung dari penyakit serta dapat membantu mengurangi penyebaran penyakit tersebut kepada orang lain. Lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Kirim Komentar

Komentar Anda dimoderasi. Jika sesuai dengan ketentuan, maka akan segera kami publikasikan.
Silahkan berikan komentar yang relevan dengan bahasa yang baik dan santun, serta tidak menebar link aktif atau spamming.

Untuk dapat dipublikasi, komentar harus ditinjau oleh administrator *

Lebih baru Lebih lama