Selamat Datang di Fajrinfo
Blog yang membahas seputar teknologi dan informasi
Terimakasih kunjungan Anda
Sempatkan diri untuk berbalas komentar!

Beberapa Tips Ngeblog Untuk Anak Sekolah Dan Mahasiswa

Hai sobat, apakah kamu seorang blogger yang masih sekolah atau masih duduk di bangku kuliah? Jika benar, maka sangat cocok untuk membaca artikel ini, karena FajrInfo akan memberikan beberapa tips ngeblog untuk anak sekolah dan mahasiswa.

Blogging merupakan aktivitas yang dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dimana saja dengan tanpa mengenal strata pendidikan ataupun profesi. Karena blogging, atau biasa disebut ngeblog dapat dilakukan oleh orang yang berprofesi sebagai karyawan, ibu rumah tangga, mahasiswa, dan bahkan anak sekolah.

Setiap orang yang melakukan aktivitas blogging (disebut; blogger) pasti memiliki tujuan masing-masing yang berbeda-beda. Ada yang bertujuan karena ingin dikenal, berbagi informasi, tugas dari guru atau dosen, sampai ada juga yang bertujuan untuk memperoleh pendapatan sampingan dari online.

Dengan tujuan yang berbeda-beda tersebut, kiranya seorang blogger dapat melakukannya dengan baik dalam membagi waktu. Sebab, aktivitas ngeblog memang cukup menyita waktu, tenaga dan pikiran. Sehingga para blogger diharapkan untuk dapat memanajemen waktu antara ngeblog dan pekerjaan di dunia nyata. Karena kegiatan di dunia nyata lebih jauh lebih penting dibanding dengan blogging.

Apalagi jika kamu masih berstatus sebagai siswa atau mahasiswa, maka sudah sepantasnya untuk lebih memprioritaskan kegiatan belajar di sekolah atau kampus.

Baca juga: Beberapa Dampak Update Artikel Blog Yang Harus Kamu Ketahui

Jika memang kegiatan ngeblog tidak bisa ditinggalkan begitu saja karena blog yang kamu kelola masih dalam tahap pengembangan, maka alangkah baiknya kamu memahami beberapa tips ngeblog untuk anak sekolah dan mahasiswa yang FajrInfo bagikan ini.

1. Disiplin dalam manajemen waktu

Seorang blogger dari kalangan pelajar dan mahasiswa, perlu penanaman disiplin dalam mengatur waktu kegiatannya. Sehingga aktivitas ngeblog tidak menjadi penghalang dalam kegiatan belajar sehari-hari.

Jadilah seorang blogger yang mampu memanajemen waktu dengan baik, agar proses pendidikan tidak tertinggal dalam meraih prestasi. Jadwalkan dalam keseharian kamu waktu untuk ngeblog! Dengan catatan, bahwa waktu tersebut tidak berbenturan dengan waktu untuk belajar.



Setelah membuat jadwal, jangan sampai waktu belajar kamu gunakan untuk ngeblog atau kegiatan lainnya. Karena belajar merupakan kegiatan paling utama dalam proses kehidupan sehari-hari kamu.

2. Manfaatkan waktu bermain untuk ngeblog

Alternatif yang paling memungkinkan bagi seorang blogger yang masih berstatus siswa atau mahasiswa adalah dengan memanfaatkan waktu bermain untuk ngeblog. Hal ini bertujuan agar waktu belajar tidak terganggu, dan bukankah dengan ngeblog akan memperluas wawasan dan pengetahuan ketimbang kamu bermain keluyuran tidak karuan?

Dengan begitu kamu telah terhindar dari sesuatu yang kurang berguna. Bergaul dan bermain bersama teman memang bukan suatu hal yang buruk. Namun dari pergaulan bersama teman itulah yang biasanya membuahkan hal-hal yang buruk.

Oleh sebab itu, jika kegiatan bermain akan berdampak negatif kepada dirimu lebih baik mencari kegiatan yang lebih memiliki dampak positif untuk pribadimu sendiri. Ingat, masa sekolah adalah proses pencarian jati diri. Jangan terlalu banyak berleha-leha dan terlalu banyak bermain. Perbanyaklah wawasanmu untuk hal-hal yang lebih bermakna dan bermanfaat.

3. Topik artikel dalam blog seputar bahasan anak sekolah atau kuliah

Setiap orang yang mengelola blog, artikel yang dimuat jangan sampai membahas sesuatu yang tidak ia kuasai. Maka buatlah artikel yang isi dan pembahasannya sesuai dengan kemampuan blogger tersebut. Begitu juga dengan seorang blogger yang masih harus menempuh pendidikan.

Bahaslah topik-topik masalah yang berkaitan dengan pelajaran atau pengalaman di sekolah, atau dapat juga memaparkan hasil penelitian dari praktek di kampus. Karena dengan begitu, kamu akan sangat mudah untuk menjelaskan dalam tulisan dan mampu menjawab pertanyaan dikala pengunjung mengomentari artikel kamu. Dan dengan demikian pula, kamu akan membuat artikel yang berkualitas dan terhindar dari perilaku plagiat (copas) dari artikel orang lain.

4. Maksimalkan waktu libur untuk ngeblog

Jika hari libur telah tiba, jangan kamu lewatkan sedikit pun untuk ngeblog. Hari libur sangat baik untuk mencari referensi dan inspirasi sebagai bahasan artikel. Apalagi jika pada hari libur tersebut kamu pergi bertamasya dengan teman atau keluarga, maka akan sangat mudah untuk membuat bahasan artikel mengenai pengalaman liburan tersebut.

Baca juga: Ciri-Ciri Blog Kamu Disukai Oleh Pengunjung

Dengan begitu, kamu tidak perlu susah payah mencari bahasan artikel untuk dimuat dalam postingan blog kamu berikutnya. Dan tidak perlu terlalu repot untuk mencari bahan yang belum terpikirkan oleh kita.

5. Berhenti ngeblog disaat ulangan dan ujian

Jika tiba waktunya ulangan atau ujian, jangan sekali-kali melakukan aktivitas ngeblog, sekalipun itu hanya sekedar blogwalking. Fokuslah kepada kegiatan yang akan kamu hadapi dan persiapkan diri untuk belajar agar dapat mengerjakan soal dengan baik dan lancar. Karena, prestasi diperoleh dengan usaha kamu sendiri bukan oleh orang lain. Maka dari itu, jika sedang ada ulangan atau ujian, berhentilah untuk ngeblog dan biarkanlah pikiran kamu fresh untuk memikirkan ujian yang akan kamu hadapi.

Demikian beberapa tips ngeblog untuk anak sekolah dan mahasiswa yang dapat FajrInfo bagikan. Jadilah seorang blogger yang baik dan bijaksana dalam melakukan segala aktivitas dunia nyata dan dunia maya. Apakah kamu memiliki tips selain yang telah kita bahas di atas sobat?

Mengapa Earphone Memiliki Kabel Yang Panjang Sebelah?

Hai Sobat, terimakasih telah sudi berkunjung ke blog sederhana FajrInfo. Pada kesempatan ini FajrInfo ingin membagikan artikel yang membahas tentang earphone atau handsfree, dengan judul mengapa earphone memiliki kabel yang panjang sebelah.

Kalo boleh nebak, dapat dipastikan bahwa sobat semua memiliki barang mungil nan kecil ini yang berguna untuk menghantarkan suara ke telinga kita, bukan? Yah Earphone atau bisa juga disebut sebagai handsfree. Alat ini sangatlah familiar bagi semua orang yang mobilitas kesehariannya selalu ditemani dengan perangkat gadget kesayangan mereka masing-masing.

Mulai dari yang sedang berjalan kaki, duduk di taman, tiduran di rumah, bahkan yang sedang berkendara pun sering kali menggunakan alat ini, padahal hal tersebut sangat tidak dianjurkan. Dalam aktivitas yang berbeda-beda itu, mereka menggunakan earphone untuk keperluan yang berbeda pula pastinya. Ada yang sedang mendengar musik kesayangan, menelepon, menghafal, kadang ada juga yang sedang mengikuti petunjuk jalan yang diarahkan oleh nona-nona yang ada di Google Maps (pengalaman niyee).

Baca juga: Mengapa Baterai Android Tidak Cepat Terisi Penuh?

Tapi jangan keliru ya sobat, alat yang FajrInfo bahas ini adalah earphone yang ditaruh pada daun telinga, bukan headphone yang ditaruh pada kepala. Namun memang sudah merupakan kebiasaan yang lumrah sih, dimana orang menyebutkan alat penghantar suara ini biasa disebut headphone. Entah karena mereka tidak terlalu mempedulikan bentuk dan penempatannya atau bagaimana, bahkan orang-orang di sekitar FajrInfo berada biasanya menamakan alat ini dengan sebutan headset.

Terlepas dari bagaimana cara orang menyebutkan nama dari earphone, yang pasti sobat semua sudah sangat paham dengan alat penghantar suara yang biasa kita gunakan untuk mendengarkan musik, menelepon, atau bahkan melakukan rekaman kecil pada perangkat smartphone ini.

Sebelum kepada inti pembahasan, untuk memudahkan pemahaman ada baiknya kita mengenal tentang indera pendengar yang dimiliki manusia terlebih dahulu.

Tahukah sobat FajrInfo? bahwa setiap orang mempunyai dua telinga pada bagian samping kanan dan kiri di kepala. Ketika earphone dipasangkan pada kedua telinga, suara yang dihasilkan dari keluaran earphone tersebut akan terdengar lebih kompak dan nyata. Sebab ketika mendengar suatu musik yang memiliki efek stereo, maka telinga kita akan merasakan kompaknya dentuman musik yang seolah berjalan ke kanan kiri seperti mengelilingi kepala kita.



Musik yang memiliki efek stereo tersebut dapat ditangkap dan dicerna oleh telinga manusia karena pada organ pendengar itu tersusun dari tulang-tulang kecil yang memiliki kemampuan sangat kompleks. Oleh karenanya ketika telinga mendengar musik yang memiliki efek stereo, maka suara yang bergantian ke kanan dan kiri itu dapat diolah menjadi suara musik yang kompak dan nyata seperti mengelilingi kepala kita.

Nah sobat, biasanya earphone memiliki tanda dengan simbol huruf. Simbol itu dibuat agar orang yang menggunakan dapat membedakan peletakannya pada telinga. Simbol tersebut adalah huruf R untuk Right (kanan) dan huruf L untuk Left (kiri). Selain dengan simbol, ada lagi pembeda pada earphone ini yang biasanya ditandai dengan kabel yang panjang sebelah antara kanan dan kirinya. Mengapa bisa demikian? Berikut ini beberapa alasan yang dapat menjelaskan pertanyaan tersebut.

Memudahkan Dalam Penyimpanan

Earphone dalam memposisikan pemakaiannya dapat dibedakan antara kanan dan kiri, yaitu R dan L. Lalu, pembeda lainnya dapat ditandai dengan kabel yang tidak sejajar alias panjang sebelah. Karena biasanya, kabel earphone bagian kanan lebih panjang dibanding bagian kiri. Tujuannya yaitu dapat memudahkan pengguna ketika menyimpan perangkat gadget yang dihubungkan dengan earphone pada saku sebelah kiri.

Ketika pengguna menyimpan perangkat gadget yang memutar musik pada saku bagian kiri, maka sudah tentu jarak yang dibutuhkan oleh kabel earphone bagian kanan lebih panjang. Hal tersebut yang menjadi alasan mengapa kabel earphone sebelah kanan dibuat lebih panjang dibanding sebelah kiri.

Baca juga: Tips Agar Terhindar Dari Bahaya Pancaran Sinar Blue Light

Mudah Digunakan Pada Ruangan Yang Gelap

Alasan lain yang dapat menjelaskan mengenai kabel earphone yang panjang sebelah ini adalah agar mudah digunakan pada ruangan yang gelap. Sebab, pada ruangan gelap tanda earphone R dan L tidak akan terlihat jelas dan kabel earphone yang panjang sebelah tersebut dapat mempermudah kita untuk membedakan mana yang sebelah kanan dan mana yang sebelah kiri dengan baik.

Agar Suara Menjadi Jelas

Earphone tidak hanya bisa digunakan untuk mendengarkan musik, namun bisa juga digunakan untuk menelepon. Pada kabel yang lebih kiri biasanya lebih pendek dari yang kanan dan terdapat mikrofon yang menempel. Hal tersebut berguna jika kita sedang menelepon atau rekaman video smule misalnya, karena kabel yang lebih pendek menyebabkan mikrofon lebih dekat dengan mulut sebagai sumber suara kita.

Earphone yang kita gunakan sebenarnya dapat dipakai secara terbalik antara yang kiri dan kanannya. Dan meskipun earphone yang kita pakai itu terbalik, tetap dapat digunakan dengan baik dan nyaman.

Demikianlah informasi yang dapat FajrInfo bagikan kepada sobat semua. Semoga artikel tentang mengapa earphone memiliki kabel yang panjang sebelah ini dapat bermanfaat dan memberikan pengetahuan kepada kita.

© 2015 - 2018 Fajrinfo - Created Theme by Goomsite - Proudly powered by Blogger