8 Cara Mempercepat Kinerja Laptop Windows 10 Jadi Seperti Baru

Ketika baru membeli laptop Windows 10, tentunya Anda bisa merasakan performanya dibandingkan dengan laptop lama. Lapto yang dalam kondisi prima, memiliki kinerja yang cepat dan lancar. Namun semua itu akan berubah secara perlahan seiring waktu dan intensitas pemakaian. Sebab Anda akan mulai membuat dan menghapus file, sering menginstal dan menghapus (uninstall) program atau aplikasi, lama berselancar mengakses internet dan lain sebagainya. Semua kegiatan dan perubahan yang Anda lakukan pada laptop memiliki dampak yang berpengaruh pada sistem.

Makin sering Anda menggunakan, maka sedikit demi sedikit akan merasakan perbedaan yang Anda rasakan ketika laptop Windows 10 itu masih baru. Mungkin kinerja laptop sudah tidak seprima dulu, mulai melambat, file atau folder tidak bisa dibuka secara cepat, program atau aplikasi tidak tertutup dengan cepat, ketika login ke sistem sangat lama, booting laptop sangat lambat dan sebagainya.

Kegiatan dan perubahan yang Anda lakukan pada laptop Windows 10 secara terus menerus akan menghasilkan file sampah (junk files), cache dan cookie browser yang terus terakumulasi pada sistem. Fragmentasi, hardware berdebu dan kotor, fungsi hardware semakin menurun, hard drive penuh dan cepat panas, serta lainnya. Hal-hal seperti ini biasanya akan membuat laptop Anda berjalan lambat, tidak seprima dulu lagi.

8 Cara Mempercepat Kinerja Laptop Windows 10 Seperti Baru

Sebenarnya, ada cara yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat kinerja laptop atau komputer Windows 10 agar terasa seperti baru lagi. Meskipun tidak 100% benar-benar seperti baru, tapi setidaknya Anda bisa merasakan kecepatan laptop Windows 10 yang jauh lebih baik. Berikut ini adalah 8 cara yang dapat Anda coba untuk mempercepat kinerja laptop atau komputer Windows 10 seperti baru lagi.

1. Menghapus File Dan Registry Sampah

Ada banyak file dan registry sampah (junk files and registries) yang tertinggal pada sistem laptop ketika Anda menghapus atau mencopot (uninstall) suatu program. Semakin sering Anda melakukan install dan uninstall program pada laptop, maka semakin banyak pula file dan registry sampah tersebut. Demikian juga ketika Anda berselancar di internet, web browser apapun yang Anda gunakan akan menyimpan banyak file cache.

File dan registry sampah pada sistem, serta file cache tidak hanya akan menguras ruang penyimpanan pada hard drive laptop, tapi juga bisa menimbulkan masalah pada laptop Windows 10 seperti program menjadi hang, menjadi kurang responsif dan kinerjanya lamban. Fitur Uninstall bawaan Windows atau file uninstall dari program itu sendiri tidak benar-benar menghapus file dan registry secara keseluruhan.

Anda perlu program khusus seperti CCleaner yang mampu membersihkan file dan registry sampah pada sistem Windows 10 yang tidak berguna lagi. Dengan demikian, Anda bisa memiliki lebih banyak ruang penyimpanan untuk berkas file penting dan performa laptop pun akan menjadi lebih baik dari sebelumnya karena kapasitas hard drive tidak terus dikuras hingga mendekati batasannya.

2. Hapus Program Yang Jarang Digunakan

Kadang Anda tidak menyadari memiliki program atau aplikasi yang telah lama terinstal di laptop Windows 10. Program tersebut mungkin jarang digunakan. Maka jika demikian, sebaiknya Anda hapus program yang tidak terpakai tersebut. Selain menggunakan ruang penyimpanan pada hard drive laptop, program juga membawa pengaturan (settings) bawaan yang mungkin bisa memberatkan kinerja sistem Windows 10.

Ketika Windows mulai dihidupkan (start-up), banyak program yang telah terinstal juga dijalankan tanpa muncul di layar komputer sebagai program terbuka. Program berjalan seperti ini disebut dengan run in the background dan tetap perlu sumber daya komputer seperti prosesor dan memori sehingga kerja Windows menjadi berat dan lambat. Menghapus program yang tidak digunakan akan membebaskan pemakaian sumber daya yang tidak perlu.

3. Melakukan Defrag Hard Drive

Sebagai pengguna laptop atau komputer, tentu Anda sering membuat, menambahkan dan menghapus file serta memasang dan menghapus atau menghapus (uninstall) program yang terinstal. Semua aktivitas ini dapat menghasilkan fragmen pada hard drive laptop, yaitu pecahan file yang disimpan menyebar dan tidak berdekatan di hard disk. Program komputer memiliki banyak sekali file resource. Anda bisa membayangkan betapa berantakan dan berserakan file-file tersebut disimpan sistem.

Pecahan file (fragmen) yang tersimpan menyebar dan tidak berdekatan menyebabkan file, folder dan program menjadi lambat saat dibuka. Proses defrag akan mengkonsolidasi pecahan-pecahan file yang tersebar, menyusun kembali dan menyimpan ulang di ruang penyimpanan yang berdekatan sehingga file, folder dan program yang terinstal dapat dibuka dengan cepat. Windows memiliki tool bawaan Defragment and Optimize Drive. Anda juga bisa menggunakan software Defragmentasi dari pihak ketiga untuk melakukan defrag Windows.

4. Menghapus Virus Dan Varian Malware Lain

Program jahat (malicious program) semacam virus dan berbagai varian malware lainnya masuk ke sistem laptop tanpa Anda ketahui. Ada banyak cara tentang bagaimana mereka masuk, seperti melalui koneksi flash disk, aktivitas berselancar di internet, instalasi program atau aplikasi patcher, mendownload file dari sumber tidak terpercaya dan bahkan menginstal Windows atau program bajakan.

Virus dan malware dapat merusak sistem laptop dan komputer, salah satu dampaknya adalah memonopoli sumber daya yang digunakan suatu program sehingga akan memperlambat segalanya. Anda secara berkala harus memindai laptop atau komputer Windows dari virus dan malware. Pastikan agar program antivirus atau anti-malware selalu diperbarui (updateted), sehingga mampu mendeteksi virus dan malware baru yang muncul.

5. Perbaiki Error Sistem Windows

Banyak sekali penyebab error atau corrupt pada file sistem Windows. Beberapa diantaranya adalah melalui aktivitas install dan uninstall software, virus atau malware, melakukan reboot laptop saat proses update berlangsung atau memaksa komputer untuk shutdown sesegera mungkin. Error atau corrupt pada file sistem Windows bisa mengakibatkan kinerja laptop tidak berjalan mulus, sehingga memberi pengalaman pengguna yang buruk.

Windows memiliki fitur untuk memeriksa file sistem dari kemungkinan error atau corrupt yaitu dengan perintah sfc (system file checker). Salah satu kombinasi perintah yang seringkali digunakan adalah sfc /scannow. Anda dapat menggunakan perintah ini menggunakan Command Prompt untuk memindai file penting Windows termasuk juga file DDL. Jika menemukan file bermasalah, maka file tersebut akan diganti atau diperbaiki.

6. Menonaktifkan Efek Visual

Selain antarmuka (user interface) yang elegan, Microsoft Windows 10 juga memiliki sejumlah efek visual yang menarik termasuk jendela animasi dan menu pading. Efek visual ini tentu terlihat bagus jika diaktifkan namun jika spesifikasi laptop Windows 10 Anda masuk kategori standar, lebih baik memilih untuk menonaktifkan efek visual tersebut.

Berikut adalah cara menonaktifkan efek visual pada laptop Windows 10:

- Ketik "Advanced system settings" pada kotak pencarian (Search box) di samping tombol Start, lalu tekan Enter.
- Di jendela System Properties yang muncul, silahkan klik tab Advanced lalu klik tombol Settings di bagian Performance.
- Pada jendela Performance Options yang muncul, klik tombol radio Adjust for best performance, kemudian klik tombol OK.

8 Cara Mempercepat Kinerja Laptop Windows 10 Seperti Baru

7. Bersihkan, Ganti Atau Upgrade Hardware

Adakah pengaruh hardware terhadap kecepatan kinerja laptop atau komputer Windows? Biasanya faktor kecepatan kinerja laptop dan komputer ada pada software dan hardware itu sendiri. Sebab keduanya turut berperan satu sama lain.

Misalnya, jika Anda tidak bisa membuka beberapa program sekaligus dengan cepat, ada kemungkinan RAM laptop kurang besar. Anda dapat mengganti RAM dengan kapasitas yang lebih besar atau bisa menambahnya jika masih tersedia slot kosong pada laptop.

Baca juga: Setelah Clean Install Windows 10, Anda Harus Melakukan Ini!

Seiring waktu dan juga efek lingkungan, kipas dan komponen lain yang ada di dalam casing laptop atau komputer (computer case) akan kotor dan berdebu. Hardware yang kotor dan berdebu akan berpengaruh terhadap kinerja dan fungsi laptop secara normal. Sebaiknya Anda membersihkan hardware tersebut secara berkala agar laptop selalu dapat bekerja dengan baik.

8. Melakukan Clean Install Windows

Solusi paling frontal namun perlu dipertimbangkan secara matang untuk mempercepat kinerja laptop dan komputer Windows 10 adalah dengan melakukan clean install (instal ulang). Dengan clean install, Anda akan menghapus semua program dan file yang ada pada hard drive C:\, selain drive tersebut berkas dokumen file akan tetap aman tidak terhapus. Dengan clean install, laptop Windows 10 Anda akan memiliki kinerja seperti baru.

Hal baik yang diperoleh jika Anda benar-benar melakukan clean install adalah laptop Anda benar-benar bebas dari kesalahan (error) dan masalah yang Anda sendiri tidak sadari. Laptop Windows 10 Anda bebas dari perubahan software (perangkat lunak) dan registry. Melakukan clean install akan memulihkan semuanya seperti baru lagi.

Demikian yang dapat kami sampaikan melalui postingan tentang cara mempercepat kinerja laptop Windows 10 ini. Semoga Anda yang menerapkan beberapa tips di atas dapat menyelesaikan masalah kinerja laptop yang terasa lambat dalam memproses. Terimakasih, semoga bermanfaat.

Kirim Komentar

Komentar Anda dimoderasi. Jika sesuai dengan ketentuan, maka akan segera kami publikasikan.
Silahkan berikan komentar yang relevan dengan bahasa yang baik dan santun, serta tidak menebar link aktif atau spamming.

Untuk dapat dipublikasi, komentar harus ditinjau oleh administrator *

Lebih baru Lebih lama